.
9 tahun berkarya dan kontribusi bersama DOWA
Halo, teman-teman... Hari ini saya ingin berbagi cerita tentang perjalanan panjang selama 9 tahun di Dowa Thermotech, hingga akhirnya mendapatkan promosi sebagai Supervisor Engineering. Ini bukan perjalanan yang mudah, tapi merupakan pelajaran berharga yang ingin saya bagikan kepada teman-teman semua. Siapa tahu bisa menjadi inspirasi buat yang sedang meniti karir di dunia teknik mesin.
Bulan maret 2025 ini adalah bulan yang sangat penting bagi saya dan juga proses panjang dalam pekerjaan saya di dowa thermotech furnace.Karena pada bulan maret ini tepat 9 tahun saya berkontribusi dan berkarya bersama pt dowa.
Selain itu bulan maret ini di tahun 2025 adalah bulan ramadhan dan benar saja bulan yang penuh berkah akhirnya selama penantian selama 9 tahun.seiring waktu impian-impian saya terwujud.
Tidak lupa juga ini berkat doa dari orang tua,istri dan anak-anak yang terus mendukung dan memberikan do'a selama perjalanan panjang yang di nantikan.
Support dari rekan kerja,serta motivasi serta bimbingan dari atasan yang sangat saya hormati.menjadi bahan bakar untuk terus bisa berkontribusi yang lebih besar dan baik.
tepat di tgl 27 maret adalah waktu presentasi untuk memberikan sebuah laporan hasil yang di dapat dan akhirnya saya harus bisa memberikan yang terbaik dan siap untuk menerima tugas yang lebih menantang dan lebih asik lagi kedepanya.
Ada 6 orang yang di promosikan menjadi supervisor di tahun 2025 ini 3 orang dari DTF dan 3 orang dari DTI.dalam proses presentasi di berikan 15 menit kemudian di lanjutkan dengan pertanyaan dari mangement mengenai presentasi yang telah kita tampilkan.
Awal Mula: Dari Kontrak ke Permanen
1 Maret 2016 adalah titik awal saya bergabung dengan Dowa sebagai karyawan kontrak. Saat itu, saya masih baru di dunia furnace engineering. Tugas utama saya adalah membantu pekerjaan teknisi senior di lapangan, belajar tentang mesin-mesin heat treatment, dan memahami seluk-beluk maintenance. Saya sadar bahwa ini adalah kesempatan emas untuk belajar sebanyak mungkin.
2 Tahun kemudian, saya diangkat menjadi karyawan tetap. Ini adalah pencapaian pertama yang membuat saya semakin termotivasi. Saya mulai lebih aktif dalam menangani perawatan furnace dan manajemen spare parts. Setiap tantangan saya anggap sebagai kesempatan untuk berkembang.
Menjadi Sub-Leader: Meningkatkan Kapasitas Diri
Pada tahun 2020, saya mendapat kepercayaan lebih besar dengan diangkat sebagai Sub-Leader. Tanggung jawab bertambah, karena saya mulai memimpin tim kecil dalam proyek maintenance dan penjualan spare parts. Di posisi ini, saya banyak belajar bagaimana mengatur jadwal, berkoordinasi dengan tim, dan memastikan setiap pekerjaan berjalan sesuai standar.
Kunci sukses di tahap ini adalah membangun komunikasi yang baik dengan rekan kerja dan atasan. Saya juga terus mengasah keterampilan teknis dan manajerial, karena saya sadar bahwa karir yang berkembang bukan hanya soal teknis, tapi juga kepemimpinan.
Menjadi Leader: Tantangan yang Lebih Besar
Dua tahun setelahnya, pada 2023, saya dipromosikan menjadi Leader. Nah, di posisi ini, tantangan semakin kompleks! Saya mulai menangani proyek-proyek industri besar, mengawasi after-sales service, dan memastikan seluruh sistem berjalan efisien. Selain itu, saya juga harus membuat perencanaan strategis, menyusun penawaran harga.
Dari sini saya belajar bahwa seorang pemimpin harus bisa berpikir cepat, mengambil keputusan yang tepat, dan tetap menjaga hubungan baik dengan tim dan customer. Tantangan terbesar saya adalah mengelola berbagai proyek sekaligus tanpa mengorbankan kualitas kerja. Alhamdulillah, dengan kerja sama tim yang solid dan bimbingan dari atasan, semua tantangan bisa teratasi dengan baik.
Akhirnya: Supervisor Engineering!
Tahun 2025 menjadi tahun yang sangat bersejarah bagi saya karena akhirnya saya dipromosikan menjadi Supervisor Engineering. Ini adalah hasil dari kerja keras, ketekunan, dan tentu saja doa serta dukungan dari keluarga, atasan, dan rekan kerja. Saya sangat bersyukur karena perjalanan ini membentuk saya menjadi pribadi yang lebih kuat, disiplin, dan profesional.
Posisi Supervisor membawa tanggung jawab yang lebih besar lagi, terutama dalam mengembangkan tim dan memastikan kinerja perusahaan semakin baik. Namun, saya siap untuk tantangan ini, karena saya percaya bahwa setiap posisi baru adalah kesempatan untuk terus belajar dan berkembang.
Tips Sukses dalam Meniti Karir di Dunia Teknik Mesin
Buat teman-teman yang sedang berusaha naik level dalam karir, berikut beberapa tips berdasarkan pengalaman saya:
Belajar Tanpa Henti – Dunia teknik terus berkembang, jadi kita harus terus belajar. Jangan malas untuk membaca, mengikuti pelatihan, atau bertanya kepada senior.
Bangun Relasi yang Baik – Hubungan baik dengan rekan kerja, atasan, dan pelanggan sangat penting. Komunikasi yang baik bisa membuka banyak peluang.
Jangan Takut Tantangan – Setiap tantangan adalah kesempatan untuk berkembang. Jangan takut mencoba hal baru atau mengambil tanggung jawab yang lebih besar.
Disiplin dan Bertanggung Jawab – Kinerja yang konsisten dan dapat diandalkan akan membuat atasan semakin percaya dengan kemampuan kita.
Minta Dukungan dan Bimbingan – Jangan ragu untuk meminta saran dan bimbingan dari atasan atau mentor. Mereka sudah melewati banyak hal dan bisa memberikan perspektif berharga.
Tetap Rendah Hati – Walaupun sudah naik jabatan, tetaplah rendah hati dan terus belajar dari siapa pun.
Penutup
Perjalanan 9 tahun saya di Dowa dari karyawan kontrak hingga menjadi Supervisor Engineering adalah bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan kerja sama yang baik bisa membawa kita ke jenjang yang lebih tinggi. Saya berharap cerita ini bisa menginspirasi teman-teman yang sedang meniti karir. Jangan pernah menyerah dan teruslah berusaha, karena usaha tidak akan mengkhianati hasil!
Terima kasih kepada keluarga, atasan, dan rekan kerja yang selalu mendukung saya. Semoga kita semua bisa terus berkembang dan mencapai impian kita masing-masing. Semangat!
Bagi yang ingin melihat powerpoint presentasi bisa dilihat di sini
https://www.slideshare.net/slideshow/presentasi-promosi-naik-jabatan-supervisor/277033685